The Falsies Of Israel – The visit Of God

Tema : “The Falsies Of Israel.”
Sub Tema : “The visit Of God.”

Lawatan Allah Berbicara tentang lawatan Allah tentunya tidak terlepas dari Israel.
Mengapa? Karena Alkitab mengatakan bahwa Keselamatan itu datang dari bangsa Yahudi (Yoh 4: 22b)
Ini Iman Kekristenan kita bahwa keselamatan itu tidak dapat dipisahkan dari Israel. Dan Alkitab menceritakan sangat jujur kepada kita bagaimana bangsa itu mendapat perlakuan yang sangat istimewa dari Tuhan, tetapi juga bagaimana bangsa itu selalu memberontak pada Tuhan.
Roma 11: 11 – 12, Maka aku bertanya : Adakah mereka tersandung dan harus jatuh? Sekali-kali tidak! Tetapi oleh pelanggaran mereka, keselamatan telah sampai kepada bangsa-bangsa lain, supaya membuat mereka cemburu.
12 Sebab jika pelanggaran mereka berarti kekayaan bagi dunia, dan kekurangan mereka kekayaan bagi bangsa-bangsa lain, terlebih lagi kesempurnaan mereka.
Kesalahan Israel dihadapan Tuhan.
> Ada begitu banyak hal yang mereka alami sejak mereka dilepaskan dari perbudakan di Mesir dan mereka ditetapkan jadi suatu bangsa dikaki gunung Sinai dan mereka menaklukkan tanah perjanjian.Begitu banyak hal-hal luar biasa yang mereka alami: tembok Yerikho yang besar menjadi roboh; Suku Yebus di pegunungan Yerusalem dikalahkan oleh Daud dan Daud membangun kota serta istananya, lalu anaknya Salomo membangun Bait Allah disana.
> Tetapi kemudian bangsa ini pecah menjadi 2 kerajaan, Utara dan Selatan.
Tetapi bangsa ini selalu tegar tengkuk melakukan kesalahan berulang-ulang kali bahkan sampai kedatangan Tuhan Yesus.
Apa yang mereka lakukan ? Mereka menolak keselamatan atas diri mereka sendiri.
Kisah Para Rasul 13 : 46, Tetapi dengan berani
Paulus dan Barnabas berkata: “Memang kepada kamulah Firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa yang lain
> Israel menampik lawatan Tuhan yang datang pada mereka, akibatnya keselamatan diberikan pada bangsa-bangsa lain.
> Keselamatan diberikan kepada semua orang yang membuka hati untuk kebenaran Injil.
Sikap orang Israel ketika Tuhan Yesus datang pada mereka.
Lukas 19 : 37,Ketika Ia dekat Yerusalem, di tempat jalan menurun dari bukit Zaitun mulailah semua murid yang mengiringi dia bergembira dan memuji Allah dengan suara nyaring oleh karena segala mujizat yang telah mereka lihat
38 Kata mereka: “Diberkati lah Dia yang datang sebagai Raja dalam nama Tuhan, damai sejahtera di sorga dan kemuliaan di tempat yang mahatinggi.
Perenungan :
• Para Murid mengikuti Tuhan dari Tiberias, dari daerah utara sehingga mereka disebut orang Galilea. Didalam perjalanan mereka menyaksikan mujizat-mujizat yang dilakukan Tuhan Yesus. Antara lain: Anak muda di Nain yang dibangkitkan Tuhan; Badai menjadi teduh; Tuhan Yesus berjalan di atas air.Begitu banyak mujizat terjadi sehingga hati mereka penuh sukacita, mereka sangat euforia karena mereka dapat mengiring Sang Juruslamat yaitu Mesias yang dinanti- nantikan oleh orang Israel berabad-abad.
Tetapi bagaimana Sikap Tuhan Yesus?
41 Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu,Ia menangisinya
42 kata-Nya: ” Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahtera mu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu.
43 Sebab akan datang harinya,bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan,
44 dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batu pun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau.”
> Tanpa sadar seringkali kita tidak ubahnya dengan para murid itu. Kita sangat euforia pada waktu kita ada di tempat ibadah, kita memuji Tuhan sambil bertepuk tangan, mengelu-elukan Dia. Tentunya hal ini tidak salah tetapi apakah kita pernah berpikir bahwa betapa hati Yesus sedih memandang kepada jiwa-jiwa diluar sana yang akan binasa. Yesus menangisi jiwa-jiwa ini karena banyak orang yang tidak sadar ketika Tuhan melawat mereka dan mereka masih saja hidup dalam dosa Mungkin itu adalah orang orang yang dekat dengan kita, keluarga, pembantu, sopir, tetangga atau rekan bisnis kita?
> Ini tugas kita untuk membawa mereka berjumpa dengan Sang Juruslamat.
Pentingnya kita mengetahui lawatan Tuhan dalam hidup kita.
Dilawat artinya dikunjungi atau didatangi oleh perwakilan sebuah negara lain.Cth: Perdana menteri, Presiden atau raja dari negara lain.
> yang harus kita ketahui Ketika kita dilawat Tuhan, bukan oleh perwakilan sorga tetapi kita dilawat oleh Sang Juruslamat itu sendiri, TuhanYesus Kristus.
Yoh 4, cerita tentang Perempuan Samaria.
> Ketika Tuhan melawat perempuan ini , dia mendapatkan apa
yang selama ini tidak dipunyainya.
Apa yang tidak dimiliki oleh Perempuan Samaria ini :
1. Persahabatan.
Tuhan menawarkan persahabatan kepada Perempuan ini karena perempuan ini hubungannya secara horizontal dengan orang lain rusak sebab tabiatnya yang buruk dengan gonta-ganti pasangan.
Yoh 4 : 18, sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang sekarang ada padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar.”
> Tuhan mau kita memiliki hubungan yang baik dengan-Nya.
Yoh 4 : 9, Maka kata perempuan Samaria itu kepadanya: “Masakan engkau seorang Yahudi minta minum kepadaku seorang Samaria ?”
(Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)
> Jadi Yesus datang dalam ke Ilahian-Nya dan Dia datang dalam kemanusiaan-Nya sebagai orang Yahudi. Yesus mau perempuan ini mempunyai relationship dengan-Nya dan juga dengan sesama manusia.
2. Penghargaan.
Yohanes 4 : 7, Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air.Kata Yesus kepadanya: “Berilah aku minum.”
Artinya: Perempuan ini mampu menimba air. Sedang Tuhan tidak punya timba.
> Yesus mengapresiasi kemampuan perempuan itu untuk mendapat air.
> Sekecil apapun kemampuan yang engkau punyai berharga Dimata Tuhan.
> 5000 orang kelaparan dan para murid mencari jalan pintas untuk menyuruh orang-orang mencari makan tetapi Tuhan menyuruh mereka memberi makan.
Markus 6 : 38, Tetapi Ia berkata kepada mereka:
“Berapa banyak roti yang ada padamu ? Cobalah periksa ! “Sesudah memeriksanya mereka berkata:” Lima roti dan dua ikan.”
* > Markus 6 : 41, Dan setelah itu ia mengambil Lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah kelangit dan mengucap berkat, lalu memecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid- murid itu supaya dibagikan kepada orang-orang itu;
> Pelipat gandaan terjadi di tangan Tuhan.
Yoh 5 : 8, Kata Yesus kepadanya: “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.”
> 38 tahun orang lumpuh itu ada di kolam Betesda,
Tuhan datang melawat.
> Sekecil apapun tenaga yang ada Tuhan menghargainya dan Tuhan menyembuhkan-nya.
> Sesudah Sarah mati Abraham masih mengambil isteri dan melahirkan 6 anak.
Yang sedikit padanya dihargai oleh Tuhan.
Kej 25 : 1 – 2.
> Markus 2 : 11, Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah kerumahmu!”
> Orang lumpuh ini datang digotong diatas tempat tidur dia pulang memikul tempat tidurnya.
> Apapun beban kita Tuhan Yesus sanggup melepaskan dengan kuasa dan otoritas-Nya yang besar.
3. Rasa dipedulikan.
> Yoh 4 : 10,…Ia akan memberimu air hidup.
Artinya: perempuan itu datang butuh air untuk kebutuhan jasmaninya.
Tetapi Tuhan memberikan Air Hidup kepadanya yang jauh lebih besar. _”Sebab barangsiapa minum Air yang Ku berikan kepadanya ia tidak akan haus untuk selama-lamanya.”
> Pengemis yang ada di gerbang indah, dia minta sedekah tetapi dia mendapatkan mujizat kesembuhan.
> Kis 4 : 6, Tetapi ,Petrus berkata: “Emas dan perak tidak ada pada kami, tetapi apa yang kupunyai kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus orang Nazaret itu, berjalanlah!”
>Sikap Perempuan itu terhadap Tuhan :
• Yoh 4 : 9, dia menyebut Masakan Engkau Orang Yahudi.
• Yoh 4 : 10, dia datang mendengar firman tentang Air Hidup
• Yoh 4: 11, Dia merubah panggilannya dan dia menyebut Yesus “Tuhan.”
Perempuan ini dikatakan oleh orang sekotanya sebagai perempuan berdosa tetapi ketika dia menerima firman dia sangat respons akan firman. Bagaimana dengan kita orang Kristen yang telah banyak mendengar firman jangan sampai kita ,telah mati rasa terhadap firman.
>Tuhan mau menghargai
apa yang ada pada kita, kecil, sederhana, tidak apa-apa yang Tuhan mau serahkan semua kepada Tuhan dan bertindaklah dengan iman.Kiranya Kita semua mendapat anugerah yang melimpah-limpah dari Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Khotbah by : Pdt. Honny Supit Sirapanji M.Th
Ibadah Raya GBI Menorah, 27 Agustus 2023

error: Content is protected !!