THE GOODNESS OF GOD

“THE GOODNESS OF GOD”
Kita sedang berbicara tentang The goodness of God atau Kebaikan Tuhan.
Tetapi apa sebenarnya makna dari Kebaikan Tuhan itu? Apakah hanya ketika seseorang mengalami apa yang dia harapkan atau doanya dijawab Tuhan sesuai harapan? Atau barangkali ketika dia nyaris mendapat sesuatu yang buruk dan itu tidak terjadi, lalu orang itu berkata: Tuhan itu baik. Seringkali ungkapan ini yang kita dengar dari anak-anak Tuhan ketika apa yang mereka harapkan terjadi. Tetapi pertanyaannya bagaimana kalau yang terjadi itu kebalikannya. Tidak seperti yang diharapkan?
Misalnya tiba-tiba seseorang mengalami sakit parah atau tiba-tiba orang yang dikasihi meninggal atau usaha yang dirintis tiba-tiba mengalami kerugian yang fantastis Masih dapatkah orang itu berkata Tuhan itu baik dan tetap percaya kepada Tuhan?
Disini kita akan pelajari, bagaimana mengukur Kebaikan Tuhan menurut Alkitab?
Mazmur 107:1-3
1 Bersyukurlah kepada TUHAN sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya
2 Biarlah itu dikatakan orang-orang yang ditebus TUHAN.
Yang ditebus-Nya dari kuasa yang menyesakkan.
3 Yang dikumpulkannya dari negeri-negeri, dari timur dan dari barat, dari utara dan dari selatan.
Pelajaran:
♡Ungkapan ini menunjukkan apa yang mereka alami bersama dengan Tuhan.Dikatakan Tuhan itu baik. Nah Tuhan itu baik adalah konsep dalam ajaran Alkitab. Jadi bukan hanya sekedar persepsi(tanggapan) atau pengalaman seseorang tetapi berdasarkan apa yang dikatakan oleh Alkitab.
▪︎Ayat yang pertama dikatakan Tuhan itu baik karena apa? Sebab bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
Kebaikan Tuhan selalu berkaitan dengan Kasih setia-Nya.(Ibr) Chesed yang artinya sama dengan Anugerah (Yun. Charis-Grace).
Yoh 1 : 17 Sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.
Pelajaran:
♡Dalam hal ini Hukum Taurat digantikan dengan Anugerah melalui Yesus Kristus.
Kita melihat 2 hal yang kontras yaitu Hukum Taurat dan Anugerah.
♡Ketika bangsa Israel dipilih dan dipanggil Tuhan, mereka dibawa keluar dari Mesir. Kehidupan mereka campur aduk dengan budaya orang Mesir. Mereka hidup dalam penyembahan berhala. Lalu di padang gurun mereka diberikan Hukum Taurat. Tujuannya untuk mendidik orang Israel ini supaya hidupnya benar dan berkenan kepada Tuhan. Tetapi apa yang terjadi? Ternyata hukumTaurat itu tidak bisa memperbaiki kelakuan mereka.Alkitab menceritakan kisah orang Israel ini bagaimana mereka bolak balik melanggar hukum Taurat.Mereka dikenal sebagai bangsa tegar tengkuk sehingga pada akhirnya Tuhan murka dan membuang mereka ke Babel. Tetapi kemudian datang Zaman Tuhan Yesus dimana dikatakan Tuhan Yesus datang membawa satu hukum yang baru yang namanya Anugerah.
Ibr 8:10 “Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu” demikianlah firman Tuhan.”Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.
11Dan mereka tidak akan lagi mengajar sesama warganya, atau sesama saudaranya dengan mengatakan: Kenallah
Tuhan! sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku.
12 Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka.”
13 Oleh karena Ia berkata-kata tentang perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya.
♡Jadi sekali lagi hukum Taurat ditulis diluar, diatur diluar. Ditulis mungkin pada batu atau kertas, peraturan-peraturan yang dibuat ini tidak bisa mengubah tabiat mereka.
♡Karena hukum itu ada di luar sementara perilaku itu ada di dalam. Yang ada didalam tidak bisa dikendalikan oleh peraturan yang ada di luar. Kenapa begitu? Karena kodrat manusia itu kodrat yang sudah jatuh dalam dosa. Keinginannya selalu ingin berbuat dosa.Tetapi Anugerah datang; Yesus datang dikatakan Dia memberi kita roh yang baru dan hati yang baru.
Dimana hukum-hukum-Nya itu ditulis dalam hati kita sehingga kita bisa taat pada Tuhan bukan karena takut hukuman, bukan karena diancam tetapi karena di dalam hati kita sendiri ada keinginan Roh.Kalau Saudara baca dalam Roma 8, ada keinginan Roh.dan keinginan daging.
Muncul keinginan Roh yang memungkinkan kita melakukan Firman.
1 Yoh 5:3 Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu bahwa kita menuruti perintah-petintah-Nya.
Perintah–perintah itu tidak berat,
♡Kasih itu mampu untuk melakukan Kebenaran. Itu adalah anugerah..Itulah kehidupan yang Yesua bawa yang menyebabkan kita dikatakan menjadi ciptaan yang baru di dalam Dia, bukan ciptaan yang lama karena yang lama sudah berlalu dengan segala keinginannya. Tapi kita diberi hati yang baru diberi kemampuan, potensi yang baru sehingga kita bisa melakukan bukan dengan terpaksa atau rasa takut karena hukuman tapi karena kesukaan.Saya suka mengasihi bukan karena saya, tetapi karena ada di dalam hati suatu dorongan dari kehidupan Kristus. Mungkin hukum-hukum Kristus itu sukar, seperti dikatakan mengasihi musuh; ditampar pipi kiri berikan pipi kanan; mendoakan orang yang menganiaya kita. Mampukah kita melakukan itu? Tidak mungkin! Tetapi itu jadi mungkin karena Allah yang memberikan kepada kita potensi kemampuan untuk melakukan hal itu. Itu yang dikerjakan oleh anugerah di dalam Kristus yang menyebabkan kita bisa mengenal Kristus bukan karena diajari tetapi karena kita mengalami sendiri. SEBAB ITU pentingnya setiap orang punya pengalaman bersama dengan Tuhan sehingga nanti kita bisa melihat TUHAN ITU BAIK.
♡Tuhan itu mengasihi kita semua. Karya-Nya, rencana-Nya, jalan-jalan-Nya ada di dalam kehidupan kita.
♡ Setiap orang yang mengalami anugerah Kristus hidupnya pasti.berubah. Jika kita tidak berubah perlu dipertanyakan.apakah Anda sudah mengalami anugerah Kristus atau belum? Mungkin kita sudah lahir sebagai orang Kristen tapi belum tentu Anda sudah mengalami anugerah Allah.Ini suatu perenungan yang perlu kita pikirkan baik-baik.
Pelajaran:
Sekarang coba kita lihat hukum Taurat itu berkaitan dengan Perjanjian Lama, agama, aturan, hukuman dan pahala.
▪︎ Kalau.kamu lakukan ini maka kamu terhindar dari ini; jika kamu lakukan ini kamu dapat pahala ini…
Artinya: Kita melakukan Kebaikan Transaksional.
Ada pamrihnya.Itu konsep agama. Berapa banyak orang mengajar konsep agama seperti ini: yang penting Anda rajin beribadah; rajin memberi persembahan; yang penting setiap kegiatan rohani Anda hadir, itu sudah cukup. Ini yang disebut Konsep Agama TETAPI Anugerah tidak seperti itu.
●Anugerah bukan bicara konsep yang diatur dari luar tetapi anugerah itu bicara tentang kehidupan yang ada di dalam mengalir keluar.
Didalam konsep IBRANI; ibadah itu memakai kata avodah atau abodah yang serumpun.dengan bahasa Arab. Ibadah menjadi bahasa Indonesia karena kita tahu bahasa Indonesia banyak dipengaruhi bahasa Arab.
Avodah(Ibr)bekerja.ContohOrang Lewi itu bekerja di Bait Allah itu Avodah. Mereka menanam gandum di ladang ▶️ mereka avodah di ladang. Jadi dalam konsep Alkitab apapun yang kita lakukan itu avodah.Itu sebabnya Kolose 3:23 Apapun juga yang kamu perbuat,
perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
♡Nah, seringkali dalam konsep agama kita pikir ada dua dunia: dunia rohani dan dunia sekuler
(duniawi).
Dunia rohani yaitu di gereja, orang itu baca Alkitab, menyanyi dan menyembah Tuhan. Tapi di luar itu adalah duniawi(sekuler).
♡Di dalam Anugerah, apapun yang kita kerjakan Anugerah.
>Apakah anak-anak Tuhan boleh berbisnis? Boleh, tetapi berbisnislah dengan benar.
>Apakah anak-anak Tuhan boleh jadi pejabat. Kan pejabat banyak yang korupsi.Tetapi anak-anak Tuhan menjadi Pejabat seperti untuk Tuhan sehingga tidak korupsi.
Rangkuman:
●Hukum Taurat mengajarkan kita agama, aturan, hukum dan pahala.
Tetapi anugerah mengajarkan kita tentang kehidupan, hubungan, didikan,pengenalan akan Allah dan saling mengasihi.
▪︎ Anugerah adalah hubungan( relationship) satu dengan yang lain termasuk hubungan dengan Bapa di sorga.
▪︎ Prinsip anugerah ini dapat terlihat dalam keluarga.Sejak lahir hubungan seseorang dengan yang melahirkan adalah hubungan orang tua dan anak.Walaupun awalnya didasarkan pada aturan tetapi semakin dewasa seseorang hubungan itu berubah menjadi kehidupan saling mengasihi.
Keteraturan bukan karena aturan tetapi karena saling mengenal dan mengasihi.
▪︎ Dulu konsep agama mengajar kamu harus ini, harus itu.Tetapi ketika semakin dewasa kita beribadah bukan lagi karena ditakut-takuti
tetapi karena kerinduan dalam hati. Ada kesukaan pada firman Tuhan. Kita bertumbuh, kita mulai ada hubungan, mulai saling mengenal dengan Bapa disorga. Kita mulai mengalami sentuhan kasih dari-Nya. Kita alami karena ada hubungan bukan aturan yang membuat hidup kita rapi dan teratur. Contoh: Orang mulai berhenti merokok, judi dst.
Mengapa? Karena orang itu mengalami hubungan dengan Tuhan.
▪︎ Demikian dengan Anugerah dalam Kristus, itulah sebabnya kita disebut anak-anak Allah.
1 Yoh 3 : 1
Lihatlah betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah, karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.
▪︎ Sebagai anak kita harus mengerti Hak dan Kewajiban.
Ibrani 12:6
karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak ”
Apa yang harus dilakukan?
1 Pet 1:14 Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu
15.Tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu.
Kebaikan Tuhan tidak dapat diukur dengan apa yang kita dapatkan sesuai keinginan kita, tetapi pada karya dan rencana-Nya dalam hidup kita. Kehendak Allah adalah menjadikan kita anak-anak yang dewasa yang dapat membedakan apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
▪︎Tuhan ingin kita bahagia bukan hanya senang. Kebahagiaan itu datang dari dalam, ketika kita melakukan hal-hal yang baik dan mengorbankan diri untuk orang lain.
Contoh: Saya punya satu tetapi tetangga sangat butuh.Ketika kita memberikan kepada tetangga yang butuh
Kita mengorbankan kesenangan kita tapi kita bahagia karena kita tahu bahwa kita melakukan hal yang benar.
Kisah 20 :35
Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.
Amin.Tuhan Yesus memberkati.

Khotbah by : Pdt. Lui Sirapanji
Ibadah Raya GBI Menorah, 25 Januari 2026

error: Content is protected !!