![]()
DISCIPLE OF JESUS – Called to GO
Matius 28:19,”Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,”
Mengawali perenungan firman Tuhan hari ini, titik tolak kita yaitu pada kata: Pergilah. Kata ini mungkin terlihat sederhana namun bukan hanya sekedar saran melainkan sebuah perintah yang aktif. Tuhan tidak hanya memanggil kita untuk mendengar firman- Nya tetapi juga untuk melangkah dan melakukannya. Dalam bahasa Yunani disebut: Poreuomai, artinya: Pergi, keluar, atau hidup. Kata Kerja Partisipnya: Poreuthentes, artinya: saat kamu pergi atau dalam perjalanan hidupmu.
MAKNANYA:
▪️︎ Pergi bukan hanya untuk misionaris,
▪️︎ Pergi bukan hanya untuk Pelayanan Gereja,
▪️︎ Tapi gaya hidup setiap orang percaya
Perenungan:
♡ Untuk bisa pergi tidak dibutuhkan sebuah tuntutan khusus atau persiapan yang panjang tetapi bagaimana kita hidup setiap hari.
♡ Intinya Kekristenan bukan iman yang pasif tetapi Iman yang bergerak keluar.
ASUMSI:
Sering ada Asumsi keliru:
▪️︎ “Pergi itu hanya untuk hamba Tuhan.”
▪️︎ “Saya belum siap pergi”
▪️︎ “Saya belum banyak belajar.”
PADAHAL:
▪️︎ Perintah ini diberikan untuk semua murid.
▪️︎ Ketaatan mendahului Kesiapan.
Beberapa Ayat Firman Tuhan:
Kisah 1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku
Roma 10:14c Bagaimana mereka dapat mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?
Yesaya 6:8 Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!”
Markus 16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah keseluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala mahluk.
Perenungan:
♡Ketika Yesus berkata: “Pergilah ke seluruh dunia,” Dunia yang Yesus maksud bukan hanya wilayah geografis yang jauh. Tetapi dunia juga berbicara tentang ruang kehidupan yang kita jalani setiap hari yaitu: keluarga, tempat kerja, lingkungan sosial, sekolah,pelayanan dan komunitas tempat Tuhan menetapkan kita ada.
Setiap orang punya “dunianya” karena itu jadilah berkat di dunia kita masing- masing.Tidak perlu kita ke Afrika, ke China dll, tetapi kita menjadi berkat di tempat kita berada. Dengan menjadi teladan dan saksi bagi Kristus
Contoh Tokoh Alkitab:
1. Rasul Paulus:
▪️︎ Dari penganiaya jadi pemberita Injil.
▪️︎ Tidak menunggu kondisi nyaman.
▪️︎ Pergi kebanyak kota meski ada resiko.
Pelajaran: “Pergi’ sering berarti keluar dari zona nyaman, bukan mencari keamanan.
2. Yesaya:
Respons langsung tanpa banyak alasan.”Ini aku, utuslah aku!”
Pelajaran: Tuhan lebih menghargai respons cepat, dari pada alasan yang panjang.
3. Filipus:
Pergi ke padang gurun hanya untuk satu orang
Kis 8:27-28.
27 Lalu berangkatlah Filipus.Adalah seorang Etiopia, seorang sida-sida, seorang pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, yang pergi ke Yerusalem untuk beribadah.
28 Sekarang orang itu sedang dalam perjalanan pulang dan duduk dalam keretanya sambil membaca kitab nabi Yesaya.
Pelajaran: “Pergi” bukan soal jumlah tapi ketaatan.
ILUSTRASI:
♡ KURIR PAKET: tugasnya bukan untuk menyimpan paket tetapi mengantar ke tujuan.
Kalau dia berkata: “Tunggu! Saya siap-siap dulu.!”▶️ Paket tidak akan pernah sampai. Tetapi seorang kurir tidak demikian. Ia akan cepat-cepat mengantar paket itu sampai di tujuan.
ANALOGI:
Injil = Pesan ▶️ Kita = Pembawa Pesan ▶️Dunia=Tujuan.
Jika kita tidak “pergi” maka pesan itu berhenti pada kita.
ARGUMEN:
Argumen umum:
▪️”Saya introvert.”
▪️︎” Saya takut ditolak.”
▪️︎”Lingkungan saya tidak mendukung.”
Padahal:
“Pergi” tidak selalu berarti mimbar besar.
Bisa dalam bentuk:
▪️︎Percakapan sederhana.
▪️︎Sikap hidup.
▪️︎Menolong orang.
▪️︎Membagikan kesaksian pribadi.
Jadi “PERGI” bukan soal kepribadian tetapi ketaatan menjalaninya.
KESIMPULAN Logis dari perintah “PERGI:”
♡Iman harus bergerak, bukan DIAM.
♡Setiap orang percaya punya peran.
♡Ketaatan lebih penting dari kesiapan.
Pikiran Manusia;
~ Saya akan pergi kalau kuat.
Ajaran Alkitab:
~Kita menjadi kuat justru saat pergi.
Artinya: Kuasa Tuhan sering ditemukan dalam perjalanan bukan sebelum berangkat.
Langkah praktis yang kita lakukan:
– Mendoakan satu orang setiap hari.
– Kita berani membuka percakapan tentang Iman bahkan kita menjadi terang melalui sikap kerja kejujuran dan kasih yang dapat kita bagikan kepada setiap orang.
– Membagikan pengalaman pribadi tentang Tuhan yang sudah kita alami.
Matius 24:14,”Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”
▪️︎Bagaimana Injil itu dapat diberitakan kalau kita tidak mengambil peran di dalamnya? Oleh sebab itu:
▪️︎Setiap orang punya peran masing-masing.
▪️︎Lakukan bagian kita dan Tuhan yang akan menyempurnakannya.
Amin.Tuhan Yesus memberkati.
Khotbah by : Ps. Stefan Sirapanji M.Th
Ibadah Raya GBI Menorah, 12 Juli 2026