The Mistaken of Israel – part 3

Tema “The Mistaken of Israel

Kita sedang berbicara tentang tujuh kesalahan Israel pada jaman Perjanjian Baru. Dalam Perjanjian Lama banyak hal keliru yang mereka lakukan khususnya mereka melakukan penyembahan berhala dan kawin campur. Kesalahan-kesalahan mereka dalam perjanjian Baru yaitu: Pertama, mereka menolak keselamatan dan puncaknya ketika mereka menyalibkan Yesus. Kedua, mereka menolak kesaksian yang disampaikan Paulus tentang Yesus, Ketiga, mereka mendengar tetapi tidak mengerti, Keempat, mereka melihat tetapi tidak menanggap, Kelima, hati mereka menebal, dan hari ini kita belajar yang Keenam yaitu :
“Telinga mereka berat untuk mendengarkan dan mengerti tentang Tuhan ”
Kisah 28 ; 27 Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga aku menyembuhkan mereka
Berulang-ulang Kebenaran ini datang pada bangsa ini :
Matius 3 : 1 – 2
Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis dipadang gurun Yudea dan memberitakan ;
Bertobatlah sebab Kerajaan Sorga sudah dekat !
* Mereka mendengar Kabar Baik itu tetapi mereka menolak.
* Kemudian Tuhan Yesus sendiri berjalan dari kota kekota dan dari desa ke desa untuk memberitakan Good News atau kabar baik. Tetapi mereka pun tidak mau juga mendengarkan-Nya.
> Keadaan seperti ini juga sedang terjadi pada orang- orang yang hidup diakhir jaman ini, termasuk bagi kita orang-orang yang ada dalam gereja karena Good News bukan lagi menjadi Good News bagi orang-orang tertentu. Mereka menganggap Kabar baik ini telah menjadi hal yang bisa sejak mereka masih kanak-kanak. Padahal penyampaian Firman adalah untuk memberi makan bagi rohani kita setiap hari.
Kisah 28 : 22 Tetapi Kami ini mendengar dari engkau, bagaimana pikiranmu sebab tentang Mazhab ini kami tahu, bahwa dimana-mana pun ia mendapat perlawanan.
Apa alasan mereka menolak:
A. Kehidupan Duniawi dikuasai oleh kedagingan.
> Tetapi Imam Kepala,
orang farisi menolak Kabar Baik. Kenapa?
• Karena mereka terusik dengan Kehadiran Tuhan Yesus yang melakukan banyak mujizat. Sehingga mereka takut orang-orang akan meninggalkan mereka.
• Mereka mengejar kedudukan.
Pada jaman ini, di gereja ada 5 jawatan:
> Di gereja ada 5 jawatan:
1. Rasul: suka memberi pujian, banyak mengincourage orang.
2. Nabi: menuding dosa tetapi disertai tanda tanda heran.
3. Penginjil: Menyampaikan kabar baik tentang Kerajaan Sorga.
4. Gembala: membalut yang luka, menjaga kawanan domba; yang hilang dicari.
5. Guru: mengajar.
> Keadaan sekarang banyak hamba Tuhan yang memiliki karunia tetapi mereka sering mengalami intimidasi dari sesama hamba Tuhan.
B. Bodoh.
Tidak mengerti seperti Nikodemus. Yoh 3 : 1-10
10, Jawab Yesus: “Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu?
> Sebab itu ketika datang di gereja, belajarlah dari khotbah-khotbah yang disampaikan.
> Kita tidak boleh bodoh, supaya tidak ditipu oleh dunia.
C. Doktrin yang keliru.
Seperti yang dilakukan oleh Orang Yahudi yang terikat pada roh agamawi, dogma atau aturan agama.
Baca Markus 7 : 1 – 9
3 Sebab orang-orang Farisi seperti orang-orang Yahudi lainnya tidak makan kalau tidak melakukan pembasuhan tangan lebih dulu, karena mereka berpegang pada adat istiadat manusia.
ay. 9 Yesus berkata pula kepada mereka: “Sungguh pandai pula kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.
> Mereka menyangkal, menolak Good News sebab mereka menganggap Tuhan tidak melakukan adat istiadat mereka.
> Ingat ketika Tuhan menyembuhkan orang pada hari Sabat, mereka marah sebab mereka menganggap bahwa Dia bukan Mesias karena Tuhan meniadakan Hukum Taurat dan menghapus hukum Sabat.
D.Karena mereka menilai Firman Tuhan melalui Pemberitanya.
Matius 13 : 55 – 57, Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas.
ay. 57 Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati dimana-mana, kecuali ditempat asalnya sendiri dan dirumahnya.”
> Kita ke gereja bukan lihat pengkhobahnya tetapi lihat Tuhan
> Seorang Pengkhotbah harus dapat melakukan apa yang disampaikan supaya tidak menjadi batu sandungan.
Kenapa ada orang yang menolak kabar baik, nasihat dan teguran?
> Sebab orang itu ditentukan untuk binasa Yohanes 17 : 12 Sebab selama Aku bersama mereka, Aku telah memelihara mereka dalam nama-Mu yaitu Nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia
yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.
Pelajaran:
• Kalau ada orang yang ditentukan binasa,apakah Tuhan itu gagal? Karena ada Firman yang mengatakan “Supaya tidak ada seorangpun binasa” Apakah Firman itu saling bertentangn satu dengan yang lain?
> Jawabannya:Tuhan memberi kita Free Will atau Kehendak Bebas dan memberi kita Roh Kudus untuk mengingatkan kita tetapi keputusan tetap ada pada kita. Apakah kita mau melakukan atau tidak tergantung pada kehendak kita.
Orang yang ditentukan untuk binasa KJV The Son of perdition artinya orang yang menolak teguran; anak yang menolak didikan atau teguran.
Siapa yang dimaksud dalam ayat ini? Yudas Iskariot.
Siapa Yudas Iskariot?
Yohanes 6 : 70
Jawab Yesus kepada mereka:
“Bukankah Aku sendiri telah memilih kamu yang dua belas ini? Namun seorang diantaramu adalah Iblis.
_Markus 14 : 18 Ketika mereka duduk disitu dan sedang makan, Yesus berkata: ” Aku berkata kepadamu,_” sesungguhnya seorang diantara kamu akan
menyerahkan Aku, yaitu dia yang makan dengan Aku.”
ay. 20 Ia menjawab: “Orang itu ialah salah seorang dari kamu yang dua belas ini,dia yang mencelupkan roti satu pinggan dengan Aku.
> Yudas sudah mendapat peringatan tapi dia tidak mau mendengar peringatan. Maka inilah orang-orang yang ditentukan untuk binasa.
Apakah fungsi Firman Tuhan?
2Timotius 3 : 16, Segala tulisan yang diilhamkan oleh Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki
kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
> Ada 4 Pokok yaitu : Mengajar,Menyatakan kesalahan,Memperbaiki kelakuan, Mendidik orang dalam kebenaran.
1. Mengajar: Tuhan mengajar kita menjalani hidup ini dengan benar.
– Mengajar nilai-nilai kerajaan Allah.
– Mengajar sikap kita terhadap Mamon.
• Orang Israel waktu keluar dari Mesir tidak ada apa-apa.
• Tuhan membuat orang Mesir murah hati dan memberi mereka perhiasan.Bahasa Alkitab mereka merampasi harta orang Mesir. Kel 3 :22
> Tetapi akibatnya harta tersebut menjadi jerat bagi mereka karena ketika Musa lama turun dari gunung Sinai mereka menyuruh Harun membuat bagi mereka anak lembu emas untuk di sembah akibatnya Tuhan sangat murka. Dan menghukum mereka.
> Sejak hari itu mereka dilarang memakai perhiasan emas.
Kel 33 : 5 – 6.
Alasannya:
> Karena Tuhan mau memisahkan hati mereka dari harta benda.
> Tuhan memerintahkan mereka untuk mengembalikan persepuluhan, membawa korban persembahan kepada Tuhan.
> Tuhan mau hati mereka tidak terpaut pada benda-benda.
Apakah dijaman now kita perlu membawa perpuluhan?
Baca : Mat 23 : 23, Persepuluhan dari adas manis, jintan adalah paling rendah kamu bayar tetapi yang terpenting dari
Hukum Taurat kamu abaikan yaitu Keadilan, Belas Kasihan dan Kesetiaan.
Yang satu harus dilakukan yaitu perpuluhan dan yang lain yaitu Keadilan,Belas Kasihan, dan Kesetiaan harus dilakukan.
Matius 5 : 18, Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari Hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
2. Menyatakan Kesalahan : Alkitab menunjukkan kepada kita rambu-rambu, tanda-tanda.
3. Memperbaiki kelakuan: Penyesalan dan pertobatan.
4. Mendididik orang kepada Kebenaran.
Puncak dari iman kita, yaitu kita mengenal Kebenaran. Kita taat pada Kebenaran dan menghidupi Kebenaran itu.
> Dampak dari Kebenaran , hidup dalam sukacita dan damai sejahtera.
> Kita punya kasih persaudaraan yang luas.
> Kita mendapat kuasa dalam hidup setiap hari.
> Kita akan menjadi berkat dan kesaksian bagi banyak orang.
Firman itu adalah Pelita bagi kaki kita,dan terang bagi jalan kita. Terimalah firman itu dan jangan jangan berbantah- bantah, jangan berdalih- dalih dan melawan firman itu. Lakukan dengan segenap hati, maka percayalah kualitas hidup kita secara rohani dan jasmani akan semakin baik. Amin. Tuhan Yesus memberkati.

Khotbah by : Pdt. Honny Supit Sirapanji M.Th
Ibadah Raya GBI Menorah, 05 November 2023

error: Content is protected !!