
Beberapa hari kemarin kita berbicara tentang “downgrade”. Seseorang yang hidupnya mengalami penurunan, mengalami keadaan yang tidak menyenangkan dan hidupnya semakin menurun, baik dalam keluarga,karakter, iman, dan pelayanan. Banyak sekali kendala-kendala yang membuat orang semakin menurun, keadaan ekonomi, kesehatan, kekerasan didalam keluarga dan selanjutnya. Alkitab menasihatkan: “Kamu telah mulai dengan Roh maukah sekarang kamu mengakhiri dengan daging?”
Kehendak Tuhan adalah kita naik dan tidak turun, kita jadi kepala dan bukan jadi ekor.
Hari ini kita akan bicara tentang “Upgrade”. Sebab ada juga orang yang hidupnya bukan menurun atau mendatar tetapi semakin baik dan semakin baik. Ada increases, peningkatan, ada revival, ada growing atau pertumbuhan dalam hidupnya.
Dalam Alkitab banyak tokoh yang mengalami hal ini. Contoh:
1. Gideon – Yang mengalami pemulihan secara martabat atau kehormatan dalam hidupnya.
Hakim 6 : 11, “Kemudian datanglah malaikat Tuhan dan duduk dibawah pohon tarbantin di Ofra, kepunyaan Yoas, orang Abiezer itu, sedang Gideon, anaknya, mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur agar tersembunyi bagi orang Midian.” Bagaimana keadaannya :
A. Penakut – Mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur. Artinya: Dia bersembunyi karena takut.
B. Pengungsi – Gideon dari suku Manasye tetapi tinggal di Ofra daerah suku Benyamin. Yosua 18: 21-23.
C. Dia anak bungsu – Ayat 15, Tetapi jawabnya kepada-Nya: “Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil diantara suku Manasye dan akupun seorang yang paling muda diantara kaum keluargaku.” Kata “Paling Kecil” Inggris “Least” atau Paling muda Youngest.
Tetapi Tuhan datang kepadanya dan mengatakan bahwa dia adalah Pahlawan yang gagah perkasa.
Gideon diupgrading atau diangkat oleh Tuhan menjadi pahlawan yang gagah perkasa.
Perenungan:
-Apa yang mustahil bagi manusia tidak bagi Tuhan.
– Siapa yang rendah dalam pemandangan manusia, belum tentu rendah dalam pandangan Allah.
– Jika kita diremehkan dan tidak dianggap, tetap percaya sebab ada Tuhan yang sanggup merubah dan mengangkat martabat kita.
2. Daud – Upgrade dalam tanggung jawab.
Gembala: – Menggembalakan domba milik ayahnya.
Raja: – Menggembalakan seluruh Israel milik Tuhan. Didalam keluarga Daud tidak dianggap oleh ayah dan saudara-saudaranya tetapi mereka tidak menyangka bahwa pada suatu hari Tuhan mengangkat Daud menjadi raja atas Israel.
Perenungan: Jika hari ini kita mulai dengan usaha kecil jangan kecil hati karena jika hadirat Tuhan ada disana maka Tuhan sanggup ubahkan jadi besar.
3. Petrus – Mengalami upgrade dalam pelayanan. Nelayan sederhana ini dipercayakan Tuhan memenangkan bangsa yang bersunat yaitu bangsa Israel.
4.Yefta – Upgrade kehormatan. – Orang yang disia-siakan keluarganya – Orang yang tidak dianggap oleh saudara tirinya.
Hakim 11:1-3. ~ Siapakah Yefta?
1. Orang yang lahir dari perempuan pelacur, akibatnya:
A. Diusir keluarganya.
B.Kehilangan hak waris dari ayahnya.
2. Orang yang bergaul dengan penjahat akhirnya menjadi perampok. Pelajaran: Hati-hati menentukan teman bergaul kita. 1Korintus 15:33.Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik.
3. Orang yang dipanggil jadi Penyelamat.
Akibatnya : jadi Pahlawan. Hakim 11 : 4-8. Tindakan Yefta :
A.Berani mengambil resiko:
– Menjadi Pemimpin atas orang-orang yang telah mengusirnya
– Menjadi kepala atas orang-orang yang membencinya
– Menjadi Panglima atas orang-orang yang ketakutan.
Perenungan untuk Upgrade :
– Bangun dan bertindaklah, artinya berani ambil resiko.
– Bersiaplah untuk berperang, artinya mengalahkan semua musuh baik yang ada didalam , maupun yang datang dari luar, seperti kuasa kegelapan. Pakai seluruh Perlengkapan Senjata Allah, agar bisa menang dan lebih dari Pemenang.
– Tinggalkanlah zona nyaman, artinya melepaskan kepentingan daging dan melakukan kepentingan kerajaan Allah.
B. Membawa perkaranya pada Tuhan.
Hakim 11:11b, Tetapi Yefta membawa seluruh perkaranya itu kehadapan Tuhan, di Mizpa.
Artinya: ~Menyerahkan hidupnya pada Tuhan. ~Meninggalkan semua ATRIBUTnya.
Perenungan: Latar belakang Hidup bukan halangan untuk : – Melakukan Firman. – Hidup dalam Kebenaran. – Berhasil dalam hidup. Perenungannya: – Jangan menoleh kebelakang; – Jangan hidup dalam penyesalan masa lalu.Yang menentukan bukan masa lalu tetapi hari ini.
C. Yefta bernazar pada Tuhan. Hakim 11:30- 31 “Lalu bernazarlah Yefta kepada Tuhan, katanya : “Jikalau Engkau sungguh-sungguh menyerahkan Bani Amon itu ke dalam tanganku, maka apa yang keluar dari pintu rumahku untuk menemui aku, pada waktu aku kembali dengan selamat dari Bani Amon, itu akan menjadi kepunyaan Tuhan, dan aku akan mempersembahkannya sebagai korban bakaran”. Memang baik sekali kalau kita bernazar supaya Tuhan menjawab doa-doa kita. Tetapi nazar harus dibayar. Oleh sebab itu sebaiknya sebelum bernazar harus berdoa dulu supaya nazar itu dapat kita lakukan sehingga berkenan dihadapan Tuhan.
Kemenangan Yefta, Hakim 11:32, “Kemudian Yefta berjalan terus untuk berperang melawan Bani Amon, dan Tuhan menyerahkan mereka kedalam tangannya.Ia menimbulkan kekalahan yang amat besar diantara mereka, mulai dari Aroer sampai dekat Minit- dua puluh kota banyaknya – dan sampai ke Abel Keramim, sehingga Bani Amon itu ditundukkan dihadapan orang Israel.”
Perenungan: Yefta seorang terpuruk tetapi Tuhan memberi kemenangan yang luar biasa padanya. Yefta diupgrade hidupnya oleh Tuhan menjadi Pahlawan yang luar biasa bagi Israel.
Tuhan Yesus memberkati.
Khotbah by : Ps.Honny Supit Sirapanji Mth.
Ibadah Raya GBI Menorah, 31 Oktober 2021